5 Wasiat ALLAH

•February 12, 2010 • Leave a Comment

Dari Nabi S.A.W., “Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan
                         lima wasiat, antaranya :

·                        Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya  Aku tidak  menjadikan dunia
                         ini untuk engkau.

·                        Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.

·                        Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.

·                        Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak  ada  kuasa di tangan
                         mereka.

·                        Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

                         Ibrahim bin Adham berkata, “Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya  tahu  mereka itu
                         adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada

                         saya, yang akan membuat  saya takut  kepada Allah S.W.T.   Lalu  mereka  berkata,  “Kami  wasiatkan
                         kepada kamu 7 perkara, iaitu :

·                        Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.

·                        Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.

·                        Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.

·                        Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.

·                        Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.

·                        Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim  janganlah  kamu  harapkan  sangat kelurusan
                         agamanya.

·                        Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya.”

14 FEBRUARI-HARI BERKASIH SAYANG??

•February 12, 2010 • Leave a Comment

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 

Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut ‘Valentine Day’ amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.
 
 SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.
 

Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ‘supercalis’  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.
 

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
 
PANDANGAN ISLAM 

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah ‘Valentine Day’.
 

1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan ‘supercalis’ bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi ‘acara keagamaan’ yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 

2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 

3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
 

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
 

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
 

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’ terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan ‘robot’ yang bernyawa.
 

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
 

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
 

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset ‘MURTAD’ yang mafhumnya :-

“VALENTINE” adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

BERSUNGGUH MEMBINA JATI DIRI MUSLIM SEJATI

•January 31, 2010 • Leave a Comment

السلام عليكم
الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ …أَمَّا بَعْدُ….فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاتمَوُْتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ …
Wahai hamba-hamba Allah ! Bertaqwalah sekalian kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Dan Janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.
Saya menyeru diri saya sendiri dan juga sidang Jumaat sekalian agar kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan segala suruhanNya dan menjauhi segala yang ditegahNya.

Sidang Jumaat yang dihormati sekalian,
Firman Allah dalam ayat 144 surah al-Baqarah :
قد نرى تقلب وجهك في السماء فلنولينك قبلة ترضئها فول وجهك شطر المسجد الحرام وحيث ماكنتم فولوا وجوهكم شطره وإن الذين أوتوا الكتب ليعلمون أنه الحق من ربهم وما الله بغفل عما يعملون
Maksudnya : Sesungguhnya Kami lihat engkau sentiasa mengadah ke langit, maka Kami palingkan engkau (menghadap) ke kiblat yang engkau ingini. Sebab itu, palingkanlah mukamu ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya orang yang diberi kitab mengetahui bahawasanya itu adalah kebenaran daripada Tuhan mereka. Dan Allah tidak lalai terhadap apa pun yang kamu kerjakan.

Sidang Jumaat yang berkati Allah,
Ayat 144 surah al-Baqarah yang dibaca tadi mengingatkan kita bagaimana peristiwa perubahan arah qiblat daripada mengadap ke arah Masjid Aqsa di Palestin kepada Ka’abah di Mekah Mukarramah. Jika pada bulan Rejab lepas kita dingatkan dengan peristiwa Isra’ Mikraj di mana disebut secara jelas bagaimana perjalanan nabi Muhammad s.a.w dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjdi al-Aqsa di Palestin maka dalam peristiwa perubahan qiblat daripada mengadap Baitul Maqdis kepada Ka’abah di Masjidil Haram yang berlaku pada bulan Sya’aban yang menunjukkan kepada kita bagaimana kuatnya ikatan antara kedua-dua masjid tersebut.
Sewaktu Rasulullah s.a.w tiba di Madinah, baginda diarahkan agar menghadap ke arah Baitul Maqdis dan ramai di kalangan penduduk Madinah waktu itu daripada golongan Yahudi di mana sememangnya qiblat mereka adalah Baitul Maqdis. Oleh itu kaum yahudi sentiasa mengejek dan mencerca nabi Muhammad s.a.w dan muslimin kerana mereka menganggap baginda tidak benar serta tidak tetap pendirian kerana terpaksa menghadap ke arah qiblat yang sama dengan yahudi iaitu Baitul Maqdis. Cercaan dan ejekan yahudi ini agak memberi kesan mendalam terhadap umat Islam pada masa itu sehingga nabi berdoa dan memandang ke langit mengharapkan turunnya wahyu yang mengizinkannya dan para sahabat berpaling ke Baitullah di Mekah. Akhirnya selepas 16 atau 17 bulan Rasulullah s.a.w menghadap ke Baitul Maqdis, barulah Allah memerintahkan agar baginda menghadap ke Ka’abah.

Sidang Jumaat yang dikasihi,
Firman Allah antaranya dalam ayat 145 surah Ali ‘Imran :
وما كان لنفس أن تموت إلا بإذن الله كتـبا مؤجلا ومن يرد ثواب الدنيا نؤته منها ومن يرد ثواب الآخرة نؤته منها وسنجزى الشــكرين
Maksudnya : Tiada suatu jiwa pun akan mati melainkan dengan izin Allah melalui suatu suratan yang telah ditetapkan. Sesiapa yang mahu habuan dunia maka Kami akan berikan kepadanya. Dan sesiapa yang inginkan pahala akhirat maka Kami juga akan anugerahkan kepadanya. Kami akan berikan pahala kepada orang-orang yang bersyukur.
Peristiwa pertukaran Qiblat ini memberi isyarat yang jelas kepada umat Islam agar kita mesti berusaha menjauhi amalan dan budaya hidup yang bercanggah daripada Islam yang sentiasa disogokkan oleh musuh Islam dengan pelbagai cara. Umat Islam mesti mempunyai jatidiri berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh al-Quran dan Sunnah Nabi sehingga kita mampu menjadi contoh teladan yang baik kepada orang bukan Islam bukannya kita menjadi penghalang atau tembok yang mendinding orang bukan Islam daripada melihat keindahan yang ada dalam Islam yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Umat Islam wajib kembali kepada ajaran Islam yang sebenar sehingga orang bukan Islam yang selama ini dimomokkan dengan gambaran jahat tentang Islam dan umatnya yang dipandang sebagai punca keganasan dan kemunduran dapat ditepis. Islam adalah agama yang menyucikan aqidah dan mencantikkan akhlak manusia dengan membersihkan diri daripada sifat dan sikap yang buruk serta menyuruh umat manusia agar tunduk patuh kepada garis panduan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam setiap kelakuan. Islam bukan agama yang bersangkutan hati sahaja tetapi ia adalah sebuah agama yang lengkap. Islam juga bukan agama untuk kegunaan peribadi tetapi ajarannya mengambil berat tentang kehidupan masyarakat seluruhnya. Kegagalan umat Islam sendiri daripada menghayati suruhan agama dalam kehidupan seharian bukan sahaja menyebabkan diri mereka rosak malah turut memberi kesan kepada orang bukan Islam untuk memandang rendah kepada Islam. Sebab itulah Sayyidina Ali Karramallahu wajhah pernah memberi nasihat penting dengan katanya : “ Kenalilah muslim melalui Islam dan jangan kamu kenali Islam melalui muslim”. Pesanan berharga ini mengingatkan kita semua bahawa dalamilah Islam terlebih dahulu barulah seseorang itu dapat tahu siapakah orang Islam yang benar-benar menghayati Islam atau sebaliknya.

Siang Jumaat yang dikasihi,
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim daripada Abu Hurairah :
قال الرسول  : بَادِرُوْا بالأعْمالِ فِتَنًا كَقَطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيَمْسِى كَافِرًا أَوْ يَمْسِى مُؤْمِنًاوَ يُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضِ مِّنَ الدُّنْيَا
Maksudnya: Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat kelam. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi kemudian di waktu petang dia sudah menjadi kafir atau seseorang yang masih beriman di waktu petang kemudian pada esok paginya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit daripada mata benda dunia.
Bila kita menyebut tentang Masjid Aqsa maka kita tidak lupa kepada penderitaan umat Islam di bumi Palestin. Pembunuhan dan kekejaman zionis yahudi terus berjalan sehingga hari ini di mana selain terus melakukan pembunuhan di Palestin, penculikan terhadap anggota kerajaan HAMAS pilihan rakyat disamping terus berusaha dalam meruntuhkan Masjid al-Aqsa. Begitu juga dengan kekejaman zionis yahudi yang membunuh ribuan rakyat Lubnan dalam masa 34 hari di mana akhirnya pengganas dunia yang dianggap mempunyai tentera dan senjata yang paling canggih di dunia terpaksa berundur dengan penuh kehinaan. Bila musuh Islam yang takut mati berdepan dengan pejuang Islam yang cintakan mati syahid maka biasanya musuh akan kalah dengan penuh kehinaan. Musuh Islam memang boleh dikalahkan walau sehebat mana pun persenjataan mereka dengan syarat hati umat Islam mesti bersatu atas wadah Islam dan melaksanaka segala syarat kemenangan. Sekiranya umat Islam sendiri tidak yakin dengan Islam, takut pada mati, terlalu mengejar dunia sehingga lupa akhirat, takut kepada musuh Islam lebih daripada takut kepada Allah ditambah dengan perbalahan sesama sendiri maka bagaimana kemenangan yang dijanjikan oleh Allah S.W.T dapat dicapai. Kalahnya musuh Islam kerana mereka berada dalam kesesatan tetapi sekiranya umat Islam sendiri hidup dalam dosa maksiat maka bagaimana kita mahu mencapai kemenangan di dunia dan akhirat. Sekiranya musuh Islam gila kuasa dan harta sehingga bertindak kejam tanpa perikemanusiaan membunuh umat Islam sesuka hati hanya berdepan dengan pemimpin umat Islam yang hanya seronok membilang harta dan menjaga kuasa maka selagi itulah rakyat akan ditindas tanpa pembelaan.

Sidang Jumaat yang dirahmati Allah,
Pada hari ini tanyalah diri kita sendiri samada sudah bersedia untuk mengorbankan jiwa dan raga untuk Islam atau kita lebih sayangkan dunia daripada agama. Lupakah kita pada amaran nabi bahawa orang Islam yang tidak pernah berazam untuk berjuang dalam mempertahankan Islam akan mati dalam keadaan jahiliah penuh kehinaan di dunia dan akhirat. Kuatkah semangat jihad kita sekiranya semangat untuk datang berjemaah di masjid atau surau pun masih lemah apatah lagi ke medan juang. Tinggikah semangat juang kita untuk berkorban sekiranya untuk memboikot barangan zionis yahudi, Amerika dan sekutu pengganasnya pun kita masih teragak-agak. Hebatkah semangat berkorban kita sekiranya untuk menghulur bantuan kepada saudara seagama yang ditindas pun masih banyak perkiraan. Ubahlah sikap dan kobarkan semangat jihad dalam diri ke arah mendekatkan diri kepada Allah S.W.T sehingga tiada lagi perasaan cinta pada dunia dan takut pada mati.
Firman Allah dalam ayat 35 surah al-Maidah :
يــأيها الذين ءامنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجــهدوا فى سبيله لعلكم تفلحون
Maksudnya : Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang boleh mendekatkan diri kepadaNya dan berjuanglah pada jalan Allah (untuk menegakkan Islam) supaya kamu beroleh kejayaan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الُمْسِلِمْينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

From site : http://khutbahku.blogspot.com/search/label/Aqidah

Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut

•January 22, 2010 • Leave a Comment

Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.

Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.”

Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 2
Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 3
Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.

Rombongan 4
Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya

Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”

Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”

Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”

Berkata ulamak Iblis: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami.”

Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?” Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena.

Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu.”

Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.

Berkata Iblis: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”

Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”

Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.

Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.

Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.

Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”

http://www.darulnuman.com

Dijamin Masuk Syurga

•January 22, 2010 • Leave a Comment

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahawa terdapat tujuh golongan manusia yang dijamin masuk syurga dan akan dilindungi Allah di saat tidak ada lagi pelindung selain Dia, iaitu:

a. Pemimpin yang adil.

b. Seorang pemuda yang hidupnya selalu beribadah kepada Allah.

c. Laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid.

d. Dua orang yang saling menyayangi kerana Allah. Bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

e. Seorang laki-laki yang apabila dirayu oleh wanita cantik, berkedudukan dan kaya, ia berkata: “Tidak … saya takut kepada Allah.”

f. Laki-laki yang bersedekah dengan rahsia, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.

g. Laki-laki yang berzikir kepada Allah secara sembunyi, air matanya berlinang kerana takut kepada Allah.

http://www.darulnuman.com

Masjid al-Aqsa boleh roboh

•January 20, 2010 • Leave a Comment

Pemimpin Palestin beri amaran kesan buruk Israel gali bawah tanah

BAITULMAQDIS: Masjid al-Aqsa boleh roboh kerana mengalami banyak rekahan dan retakan berpunca daripada kegiatan Pihak Berkuasa Antikuiti Israel menggali kawasan bawah tanahnya atas alasan mencari bukti peninggalan warisan Yahudi, menurut laporan, semalam. Amaran itu dinyatakan oleh ketua hakim Pihak Berkuasa Palestin (PA), Sheikh Tayseer Tamimi, kepada Pusat Media Antarabangsa Asia Barat (IMEMC).

Seorang aktivis Palestin, Raed Salah turut bimbang Israel merancang membina kuil Yahudi di kawasan al-Aqsa.

Tayseer pula memberi amaran, beberapa rumah di sekitar tanah suci ketiga Islam itu turut berisiko roboh kerana kakitangan Pihak Berkuasa Antikuiti Israel yang bekerja pada malam hari membawa keluar berpuluh-puluh beg berisi batu dari kawasan selatan Masjidil Aqsa.

“Saya risau dengan pelan Israel membina kuil di kawasan Masjid Kubah Batu tahun ini yang saya percaya akan membawa kepada pembinaan kuil lebih besar daripada al-Aqsa,” kata Raed.

“Kerajaan Israel mesti bertanggungjawab atas sebarang kerosakan atau runtuhan yang berlaku di Masjid al-Aqsa dan kawasan sekitarnya yang turut membabitkan kawasan penganut Kristian,” kata Tayseer yang dipetik agensi berita Maan.

Beliau juga merujuk peningkatan kehadiran pelampau Yahudi selain pencerobohan tentera dekat al-Aqsa, terbaru kemasukan 50 pelajar pelbagai jabatan arkeologi universiti Israel melakukan penyelidikan termasuk pendatang Yahudi manakala wanitanya beribadat dekat masjid berkenaan, kata Tayseer.

Oleh sebab itu, Tayseer mendesak orang Arab dan Muslim di seluruh dunia memberi bantuan menyekat kegiatan menggali oleh Israel dekat tanah suci Islam berkenaan.

Beliau memberi pandangan itu selepas satu kawasan penduduk Silwan runtuh di timur Baitulmaqdis, Isnin lalu, dan meninggalkan lubang sebesar 12 meter di tengah jalan Wadi Hilwah. Jawad Siyam, ketua Pusat Penerangan Wad Hilwa, memberitahu Maan bahawa runtuhan itu sedalam 10 meter dan terletak beberapa meter saja daripada satu lagi runtuhan, minggu lalu, atas sebab yang sama.

Dalam kejadian itu, sebuah trak kecil terperosok ke dalam lubang selepas runtuhan berlaku. Seorang kanak-kanak turut cedera apabila terjatuh ke dalam lubang itu.

Pusat Baitulmaqdis bagi Hak Sosial dan Ekonomi, (JCSER) melaporkan runtuhan berkenaan pada Isnin lalu, mengulangi kejadian sama tahun lalu. Tanah runtuh itu membabitkan sebuah sekolah perempuan dan 17 pelajar cedera.

(JCSER) menekankan, kegiatan Israel menggali menjadi sebab utama bangunan rosak termasuk di Masjid Al Ein. � Agensi

Dipetik daripada ‘Berita Harian Online’ Edisi 20 Januari 2010

“Dalam diri-diri kamu ada kebesaran Tuhan”.

•January 16, 2010 • 1 Comment

Doktor memulakan syarahannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak “Dalam diri-diri kamu ada kebesaran Tuhan”. Doktor menyuruh kita melihat kedua tapak tangan dan perhatikan garis-garis di tapak tangan kita. Garisan-garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1 dalam Bahasa Arab dan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 + 18 = 99 iaitu bilangan nama Allah. Berikut adalah antara intipati syarahannya secara ringkas:-

1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah s.a.w, beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya(yg last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu.. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.

Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.

Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.

Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr, dihospital-hospital , the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.

2. Cara Rasulullah mengunyah – Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.

3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.

Cara Rasulullah minum.

Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.

Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas.

Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis. Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?

Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dansel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.

Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin, walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi dengan itu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu.

Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian, dan sedikit informasi yang diberikan oleh Mudaris(guru) ana, Mudaris Iskandar mengenai Ka’bah.

Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat terletaknya Ka’bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi’i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut.

Sekian buat renungan bersama, Fi amanillah Jazakallah.

TOLONG SEBARKAN DAN JADIKAN AMALAN BERGUNA…. BAGUS NI…